TUGAS PRAKTIKUM PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
Women’s Charity Week : Inspirasi Perempuan
Universitas Mataram
Perempuan
adalah lambang kasih sayang dan kelembutan. Tapi, bukan berarti perempuan
adalah mahluk yang lemah dan tak berdaya. Dibalik kelemah lembutannya tersebut
perempuan dituntut menjadi perempuan yang tangguh, kuat dan tahan banting dalam
menghadapi berbagai permasalahan. Karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan
adalah sama, yang membedakan keduanya hanyalah fungsi secara biologis. Sehingga
dengan demikian dapat dikatakan bahwa perempuan juga dapat mengambil peran
sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki. Perempuan dapat menjadi sosok yang
inspiratif bagi sekitarnya, dapat menjadi pemimpin dan pelopor kelompoknya ke
arah yang lebih baik. Masa depan bangsa ada di pundak seorang perempuan,
sehingga sudah menjadi sebuah keharusan bagi seorang perempuan untuk menjadi
perempuan yang berkapasitas, bermartabat dan dihormati.
Perempuan
haruslah insan yang cekatan dan multi
tasking, karena perempuanlah yang akan menjadi madrasah pertama dan menjadi
pendidik sekaligus penasihat, menjadi ibu sekaligus sahabat bagi para generasi
emas masa depan. Generasi yang hebat di masa depan tentu dilahirkan oleh
didikan seorang perempuan yang hebat. Karena tentu saja buah tak pernah jatuh
jauh dari pohonnya. Oleh karena itu, bukanlah sebuah hal yang baik bagi seorang
perempuan untuk terdiam dan tidak melakukan apa-apa bagi sekitarnya. Sudah
saatnya perempuan menggerakkan semangat orang-orang untuk mau maju dan
berkembang menjadi lebih baik seperti halnya yang dilakukan oleh para pahlawan
kita R.A. Kartini dan Cut Nyak Dien.
Di
zaman sekarang pun sudah banyak perempuan-perempuan yang mampu mengambil peran
dalam membantu mengembangkan bangsa ke arah yang lebih baik. Misalnya walikota
Surabaya Ibu Risma, kemudian wakil Gubernur NTB Ibu Siti Rohmi dan banyak lagi
sosok pemimpin perempuan lainnya. Bukan hanya di bidang politik, akan tetapi di
bidang-bidang yang lainnya, seperti pendidikan, pariwisata, ekonomi dan
sebagainya. Adanya keberadaan perempuan di tengah-tengah perjuangan membangun
bangsa menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mengemban amanah, perempuan juga
memberikan andil besar sebagai agent of
change. Sudah tidak ada lagi istilah bahwa perempuan hanya pantas bekerja
di tiga tempat yaitu Dapur, Sumur dan Kasur. Pandangan lama tersebut sudah
dapat ditepiskan terhadap cara pendang kepada seorang perempuan.
Dengan
adanya begitu banyak sosok perempuan yang sudah mengambil peran dan andilnya
masing-masing serta mampu menajadi inspirasi bagi yang lainnya, maka muncullah
sebuah event gelaran tahunan yanng diadakan oleh KEMENPP (Kementerian
Pemberdayaan Perempuan) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram yaitu WCW
atau lebih dikenal dengan istilah Women’s Charity Week. Event ini merupakan
proker terakhir dan terbesar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM Unram
yang digagas dan ditujukan kepada para perempuan yang ada di seluruh Indonesia
secara luas dan perempuan di lingkup Universitas Mataram secara khusus.
Oleh
karena acara ini khusus ditujukan untuk perempuan, maka dalam pelaksanaannya
pun lebih banyak melibatkan perempuan, meskipun memang tidak secara menyeluruh.
Mulai dari Ketua Panitia hingga koordinator-koordinator di bawahnya benar-benar
dipegang oleh perempuan. Laki-laki posisinya hanya sebagai pembantu. Namun,
bukan berarti melalui hal tersebut ingin mengambil alih posisi laki-laki
sebagai pemimpin dalam kelompok, akan tetapi ini adalah sebagai salah satu
bentuk dukungan dan apresiasi kepada perempuan.
Karena
sesuai dengan latar belakang diadakannya acara tersebut adalah untuk memberikan
apresiasi yang sebesar-besarnya bagi perempuan-perempuan yang sudah
berkontribusi dan meluangkan waktu, tenaga maupun keringat untuk saling
bermanfaat bagi sesama. Apresiasi yang dimaksud sebenarnya ditujukan kepada
seluruh perempuan Indonesia, akan tetapi secara simbolik diberikan kepada
perempuan-perempuan hebat yang ada di lingkup Universitas Matarm.
Pada kegiatan Women’s Charity Week
ini sendiri terdiri atas beberapa rangkaian acara. Diantaranya yaitu Talkshow
Nasional, Lomba Essay, Puisi, Video Kreatif, Malam Anugrah Perempuan
Inspiratif, dan Aksi Simpatik. Untuk WCW tahun ini, tema besar yang diangkat
adalah “Perempuan NTB Bangkit”. Tentunya hal ini sangat cocok dengan kondisi
NTB saat ini yang masih terus berjuang dan bergerak agar kembali pulih dan
bangkit seperti dulu. Tanpa ada rasa trauma maupun rasa takut yang mendalam
terhadap Kuasa Ilahi yang sudah terjadi. Sedangkan untuk tema khsususnya kali
ini mengambil tema yaitu “Peran Perempuan dalam mencegah Pernikahan Dini
melalui Pendidikan”. Jadi terdapat tiga isu besar yang coba diangkat melalui
tema tersebut yakni isu Perempuan, Pernikahan dini dan Pendidikan.
Untuk menjawab isu tersebut, maka
kemarin (20/11/18) pada rangkaian acara yang pertama yaitu Talkshow Nasional,
telah dihadirkan tiga orang pemateri dari masing-masing latar belakang yang
berbeda. Yang pertama adalah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB,
kemudian dari asisten Gubernur sebagai perwakilan bagi perempuan, serta
perwakilan dari BKKBN Provinsi NTB. Dengan penyampaian materi dari ketiga pihak
tersebut, sedikit tidaknya sudah membantu menjawab rasa ingin tahu terhadap
perkembangan dari isu-isu tersebut. Selain acara Talkshow Nasional tersebut
yang kemarin bertepatan denga hari anak Nasional, masih terdapat beberapa
rangkaian acara lainnya. Diantaranya yang saat ini masih berlangsung dalam
tahapan seleksi yaitu Anugrah Perempuan Inspiratif dan Lomba-lomba yang sudah
disediakan oleh panitia.
Untuk kegiatan Anugrah Perempuan
Inspiratif Universitas Mataram, melibatkan sekitar 189 orang delegasi dari 9
Fakultas dan 3 Prodi di universitas Mataram. Dengan melalui berbagai tahapan
seleksi, mulai dari seleksi berkas sampai seleksi wawancara. Masing-masing
fakultas sendiri memiliki kuota sebanyak 15 orang delegasi untuk mengikuti
seleksi Perempuan Inspiratif yang mencakup tiga kategori pemilihan yaitu
kategori Aktivis, Akademisi dan Abdi Bangsa. Di setiap kategori memiliki
kekhususan di bidangnya masing-masing, sehingga orang-orang yang di delegasikan
dari tiap-tiap fakultas bukanlah orang biasa, namun adalah orang-orang yang
berpengaruh atau lebih tepatnya perempuan yang berpengaruh di fakultasnya tau
di prodinya.
Sedangkan
untuk kegiatan lomba-lomba yang lain seperti essay, puisi dan video kreatif,
kegiatannya dapat diikuti oleh semua mahasiswa di Universitas Mataram, tidak
terbatas oleh gender sebagai perempuan atau tidak. Sehingga banyak yang boleh
ikut serta dalam kegiatan lomba tersebut untuk memeriahkan rangkaian acara
Women’s Charity Week Universsitas Maataram.
Malam puncak dari rangkaian acara
WCW ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018 bertempat di Arena
Budaya Universitas Mataram dengan menyajikan berbagai penampilan menarik dan
menghadirkan para nominator “Anugrah Perempuan Inspiratif Universitas Mataram”.
Pada malam puncak tersebut pula akan diumumkan juara-juara dari masing-masing
lomba yang sudah dilaksanakan serta akan ada pula pengumuman penerima Anugrah
Perempuan Inspiratif Universitas Mataram dari masing-masing kategori.
Rangkaian acara terakhir dari
Women’s Charity Week ini adalah Aksi Simpatik pada tanggal 25 November 2018 bertempat di Taman Udayana
Mataram. Kegiatan ini akan diikuti oleh para nominator dan peserta lomba yang
diadakan. Pelaksanaan Aksi Simpatik ini bertepatan dengan peringatan Hari
Kekerasan terhadap Perempuan. Hasil akhir yang ingin dicapai keseluruhan
rangkaian acar Women’s Charity Week ini adalah untuk menunjukkan pada muka
publik bahwa perempuan juga punya peran, bahwa perempuan juga berjasa, bahwa perempuan
juga sama dengan yang lain. Perempuan perlu dihormati dan diapresiasi, karena
masa depan generasi bangsa ada di pundak perempuan. Untuk seluruh perempuan
dimanapun berada, jadilah perempuan yang tangguh, cerdas dan bermartabat.




Komentar
Posting Komentar